Perekaman data Kontrak (Dengan Norma Penghitungan Prosentase)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya dalam pembahasan sama dengan permasalahan yang berbeda, minimal  penulis memenuhi jawaban atas pertanyaan dari salah satu satker di lingkungan pembayaran KPPN Bojonegoro, pada Aplikasi SPM 2011 (versi 11.4.3) tanggal 20-04-2011, terdapat menu perekaman data kontrak dan menu tersebut terdapat pada menu utama monitoring. Pada saat perekaman sudah mencapai pada field isian cara pembayaran ( dua opsi dalam bentuk radio buton dengan pilihan sekaligus dan bertahap) disebelah kanan ada tombol Detil Rincian dan Realisasi, apabila tombol tersebut diklik akan muncul isian dan penghitungan data kontrak.  Dalam penghitungan nilai tahapan pembayaran/termyn disediakan dua opsi norma penghitungan yaitu penghitungan manual dan penghitungan dengan variable prosentase. Untuk mencoba pembuatan data kontrak dengan penghitungan non manual pastikan anda sudah menjalankan Aplikasi SPM 2011 versi 11.4.3 pada pada menu utama Monitoring -> Data Kontrak dan sudah mengisi sebagian isian hingga mencapai isian cara pembayaran dan memilih opsinya, kemudian klik tombol pada

tampilan berikutnya

Penulis telah mencoba beberapa contoh penghitungan data nilai kontrak, misalnya Nilai Kontrak sebesar Rp.120.000.000,- untuk belanja modal berupa perbaikan ruang kantor, dalam tahapan dan system pembayaran beberapa kasus, misalnya pembayaran dengan 2 tahap (Uang muka dan Termyn/Tahap I, Termyn/Tahap I dan Tahap II), pembayaran dengan 3 tahap (Uang muka, Termyn/Tahap I dan retensi, Termyn/Tahap I ,Tahap II dan retensi) dan lain-lain. Ok… let’s go….

Di bawah ini……. Di dalam garis merah ini….. yang akan diutak-atik

Contoh Tiga tahap pembayaran tanpa uang muka dan retensi

Contoh empat tahap pembayaran tanpa uang muka dan retensi

Contoh Tiga tahap pembayaran dengan uang muka dan tanpa retensi

Contoh empat tahap pembayaran dengan uang muka, pembayaran I, pembayaran II, pembayaran III dan tanpa biaya retensi

Contoh empat tahap pembayaran dengan uang muka, pembayaran I, pembayaran II dan  retensi

Contoh lima tahap pembayaran dengan uang muka, pembayaran I, pembayaran II, pembayaran III dan biaya retensi

Apabila data penghitungan kontrak sudah benar silahkan klik tombol simpan.

Lho….kok disimpan…. Terus angka prosentase itu ? ….. asal muasalnya dari mana kang ? apalagi kalau dijumlah koq gak… 100 persen ?

Bingung ….. yo.. ? sama…. Penulis awalnya juga bingung dengan angka-angka itu ?

Ok…. Kita jelasin satu per satu….

Contoh :

Tahapan pembayaran sesuai dengan perjanjian adalah sebanyak 5 kali tahap pembayaran dengan nilai kontrak sebesar Rp.120.000.000,- (Uang muka sebesar 20%,Pembayaran I sebesar  20 % ,Pembayaran II sebesar  40%, Pembayaran III sebesar 40% dan biaya retensi sebesar 5%)

Perekaman data kontrak dengan penghitungan (sebut saja secara) otomatis pada Aplikasi SPM 2011 menjadi :

Uang muka sebesar 20%                      =Rp.24.000.000,-

Pembayaran I sebesar  20%                 =Rp.18.000.000,-

Pembayaran II sebesar  60%                =Rp.48.000.000,-

Pembayaran III sebesar 100%             =Rp.48.000.000,-

dan biaya retensi sebesar 5%                =Rp. 6.000.000,-

Silahkan dianalisa ? Bagaimana system ini bekerja ?

……tapi dari hasil perhitungannya  kok cocok, nyong ?

Penulis mencoba memahami alur program ini berjalan dan untuk sementara sytem aplikasi digambarkan seperti dibawah ini (maaf yang disajikan bukan diagram alir/flow chart, tetapi ini hanya persepsi sederhana dari penulis yang merupakan jalan pintas)

Prestasi Pekerjaan Nilai Tahap Pembayaran Nilai Pot.Uang Muka
00%

20%    (15%)

60%    (40%)

100%  (40%)

100%  (5%)

Uang Muka 20% x NK

I.    20%   20% – 5%     = 15%

II.   40%   60% – 20%   = 40%

III.  40%  100% – 60% = 40%

IV.  5%      5% – 0%     =   5%

0,00

20% x 20% =  4% x UM

40% x 20% =  8% x UM

40% x 20% =  8% x UM

0,00

100% 100%

Mengapa prestasi pekerjaan sebesar 20 % dalam hitungan sistem aplikasi menjadi 15 % ?, rupanya dalam penghitungan sistem Aplikasi pada saat pembayaran I langsung dikurangi dengan biaya retensi (apabila ada biaya retensi), sehingga pada saat kita merekam pembayaran I dengan prestasi pekerjaan sebesar 20% nilai uangnya hanya sebesar 15 % dan dikurangi dengan potongan angsuran uang muka.

Bagaimaaaanaaa….? …….Mumet ? ……….sama dengan penulis…. Mungkin dari neter ada cara lain ? tentang perhitungan ini …. ?

Dari study kasus seperti diatas, penulis berkesimpulan bahwa Sistem Aplikasi SPM 2011 versi 11.4.3 bisa digunakan untuk merekam data kontrak dengan norma penghitungan non manual alias otomatis dari system aplikasi SPM dengan benar, asal dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan.Bagaimana dengan perlakuan terhadap nilai kontrak yang angkanya tidak bulat ke ribuan ? jawabnya gunakan norma penghitungan manual, beres ….!

Kritik dan saran silahkan di tulis di command form di bawah ini

Semoga bermanfaat

This entry was posted in Aplikasi SPM, Tip dan Trik and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>